Sirkuit Mandalika Dan Kisah Negara Ribuan Pulau Yang Kalah Jumlah Wisatawannya Dari Singapura - Jeo Kompas.com
Sirkuit Mandalika dan Kisah Negara Ribuan Pulau yang Kalah Jumlah Wisatawannya dari Singapura - JEO Kompas.com
TAHUN 2016, pemerintah membuat gebrakan di sektor pariwisata. Sebanyak 10 destinasi pariwisata di Indonesia ditetapkan sebagai prioritas untuk dibangun.
Sepuluh destinasi itu, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Melalui pembangunan 10 destinasi pariwisata itu, pemerintah hendak mengulang keberhasilan Pulau Bali dalam merengkuh jumlah wisatawan, terutama dari mancanegara.
Baca juga: Miss Universe Rusia Promosikan Destinasi Pariwisata 10 Bali Baru
Maka, tak heran bila application itu dipopulerkan dengan istilah ‘Bali Baru’.
Sebab prestasi Bali dalam sektor pariwisata memang pantas dijadikan kiblat. Paduan pesona adat, budaya, karakter masyarakat, hingga kekayaan alam yang dikelola secara baik membuat Bali menjadi tulang punggung sektor pariwisata nasional.
Komisaris Garuda sekaligus Ketua Pokja Pariwisata Nasional Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Dony Oskaria (2016) mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali menyumbang hampir setengah dari total wisman yang datang ke Indonesia.
Baca Juga: Mewujudkan Sepuluh Bali Baru
Merujuk statistics di atas, terjadi peningkatan signifikan jumlah wisman ke Bali sejak 2011 hingga 2020.
Pada 2011, jumlah wisman yang masuk ke Bali hanya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebesar 2.788.706. Angka ini belum menghitung jumlah wisman yang masuk ke Bali melalui pintu lainnya.
Angka itu mengungguli jumlah wisman yang masuk ke provinsi lain. Tercatat, hanya DKI Jakarta yang jumlah wismannya mampu mendekati jumlah wisman di Bali, yakni 1.933.022.
Baca Juga: Menarik Wisatawan ke Indonesia Terkendala Tak Ada "Direct Flight"
Bila angka kunjungan wisman diakumulasi se-Indonesia in step with tahun, tidak pernah lebih tinggi dari angka kunjungan wisman ke Singapura.
Arus wisman ke Pulau Dewata mencapai puncaknya pada 2018, yakni sebesar 10.088.781. Lagi-lagi, angka itu hanya dihitung berdasarkan kedatangan di Bandara Ngurah Rai.
Entah disadari atau tidak, superioritas Bali ini rupanya menuai ketimpangan dengan destinasi-destinasi wisata lain di Indonesia yang sebenarnya tidak kalah memesona.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu (2016) pernah mengungkapkan, pengelola paket tur dan tour di Australia kesulitan menjual paket wisata selain Bali.
Wisman hanya ingin ke Bali, tanpa tahu betapa cantiknya Labuan Bajo, betapa indahnya Danau Toba dan sekian banyak destinasi wisata lain di Tanah Air.
Persoalan tidak hanya sampai di situ. Fantastisnya angka wisman yang datang ke Bali rupanya juga belum mampu menyaingi angka wisman yang datang ke beberapa negara Asia Tenggara. Data ini merujuk pada kondisi sebelum pandemi Covid-19 melanda.