Langsung ke konten utama

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Apa Istimewanya?

ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017). PT PLN (Persero) memprediksi kebutuhan listrik di KEK Mandalika itu baru sebesar 65 MW pada 2025, dan akan mencapai 111 MW pada 2030.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo baru saja mengunggah vlog mengenai keindahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/10/2017). Vlog tersebut diketahui bersamaan dengan momen pembukaan KEK Mandalika yang diresmikan oleh Jokowi sendiri.

"Saya sangat senang sekali ini adalah kawasan yang 29 tahun belum selesai-selesai dan hari ini telah selesai. Telah kita buka, investasi sudah masuk, kita harapkan memberi dampak yang baik kepada masyarakat NTB," kata Jokowi di tayangan vlognya.

(BACA: Sekeping Surga di Mandalika)

Dibangun selama 29 tahun, KEK Mandalika tentu bukan proyek biasa. Kawasan ini dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1.034 hektar yang digarap oleh PT Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC), BUMN yang sukses membangun kasawan pariwisata Nusa Dua di Bali.   

(BACA: Arab Saudi Lirik Investasi Pariwisata di Mandalika, Lombok)

Posisi KEK Mandalika juga terbilang sangat strategis di Pulau Lombok. Berjarak30 menit dari  Bandara Internasional Lombok dan terbentang mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. 

ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). Pantai Mandalika yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas nasional ini memiliki daya tarik berupa pantai sepanjang 14,6 km yang membentang dari barat hingga ujung timur Pantai Tanjung Aan dengan keunikan pasir putihnya menyerupai biji merica. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/kye/17 Pantai Kuta yang terkenal dengan pasirnya yang putih dan air laut yang jernih, lengkap dengan latar belakang pemandangan bukit menjadi pintu masuk KEK Mandalika.

Kemudian ada Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende khas masyarakat Sasak, penghuni asli Pulau Lombok yang berada tak jauh dari KEK Mandalika. 

(BACA: Lombok Sangat Populer di Korsel)



$item.title

$dateFormatJixie(item.date_publish)

`)report.querySelector('.rVideo-listing').innerHTML = rvList;if(record.readyState === "interactive")lozad('.lozad', load: characteristic(el) el.src = el.dataset.src;el.onload = function() el.classList.add('fade')).look at()// slider$('.rVideo-item').geared up(characteristic()console.log($(this))$('.rVideo-list').slick(endless: actual,slidesToShow: three,slidesToScroll: 1,variableWidth: actual,draggable: false,prevArrow: "",nextArrow: ""););if (videoIds.duration) participant.loadPlaylistById(videoIds);permit description = record.querySelector('meta[name="description"]').contentlet key phrases = record.querySelector('meta[call="content_tags"]').contentlet statistics = "description": description,"key phrases": keywords,"page_id": "2017/10/21/163700727"rvJixie.open("POST", "https://apis.kompas.com/api/widget/video", proper);rvJixie.setRequestHeader('Authorization', 'Bearer d0e98884322b2eb5d6beacc1648f5dc7')rvJixie.setRequestHeader('Content-Type', 'application/json')rvJixie.ship(JSON.stringify(records));getVideo();feature setSticky() allow kgpl = document.getElementsByClassName('video-container-wrap')[0];if(!!kgpl) allow kgbtn = kgpl.getElementsByClassName('rVideo-button')[0];if(!!kgbtn) kgbtn.addEventListener('click', function(e)kgpl.classList.toggle('hide'););window.addEventListener('scroll', characteristic()permit qa = isVisible(kgpl);if(qa) kgpl.classList.upload('inline'); else kgpl.classList.dispose of('inline'););feature isVisible(el) let rto = 9 / sixteen * 545.fifty five;let kgtop = rto + a hundred and sixty;permit kgbottom = forty + rto;let rect = el.getBoundingClientRect();return (rect.pinnacle >= 0 - kgbottom &&rect.left >= zero &&rect.bottom

Postingan populer dari blog ini

Cross Mandalika – Media Informasi Pariwisata Mandalika & Lombok Tengah

Lombok Tengah adalah tempat yang tidak pernah habis untuk dijelajahi keindahannya. Kini, Lombok tengah siap menyambut Anda kembali, untuk hadir menikmati suguhan keindahan alam yang mengagumkan, keunikan budaya yang penuh filosofi makna kehidupan, serta keunikan ragam sajian kuliner yang siap memanjakan selera Anda. Go Mandalika hadir sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk kembali bangkitkan pariwisata di Lombok Tengah, dan menggairahkan kembali sinergi kita semua agar segala potensi yang kita miliki bisa bermanfaat kembali untuk seluruh lapisan masyarakat. Kabupaten Lombok Tengah dengan segala keindahannya, siap menyambut wisatawan kembali. H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip. & H. M. Nursiah, S.Sos. M.Si. Bupati & Wakil Bupati Lombok Tengah Inilah sejumlah destinasi wisata yang menjadi highlight bulan ini. Destinasi wisata yang lengkap, mulai dari pantai-pantainya yang indah, bukit-bukitnya yang dialiri air-air jernih dan air terjun, terus hingga ke desa-desa wisatan...

Motogp Di Sirkuit Mandalika Dan Tuduhan Pelanggaran Ham Pbb - Bbc News Indonesia

Valdya Baraputri Wartawan BBC News Indonesia 20 Mei 2021 Sumber gambar, BBC IndonesiaKeterangan gambar, Perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika di bulan April Puluhan keluarga beserta sejumlah ternak peliharaan mereka masih bertahan di Desa Kuta, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara, alat-alat besar pembangunan sirkuit Mandalika tampak dari desa mereka dari sela-sela pohon kelapa. Mandalika International Street Circuit adalah bagian dari kawasan pariwisata yang dijuluki 'Bali baru.' World Superbike akan digelar di sirkuit ini pada tanggal 12 sampai 14 November mendatang, dan MotoGP pada bulan Maret 2022. Salah seorang warga Desa Kuta yang masih bertahan, mengaku belum pindah karena belum menjual tanahnya kepada pemerintah. Namun warga lain di lahan yang sama mendapat informasi bahwa tanah mereka sudah menjadi milik negara, meski mereka tak pernah merasa menjualnya. Sementara, pihak pengembang yakin mereka telah bertindak adil dengan memberikan kompensasi la...

Republika Identity

LOMBOK -- Suasana di Bandara Internasional Lombok, Zainuddin Abdul Madjid, pada Kamis (17/3) tampak padat oleh lautan pengunjung yang ingin menyaksikan MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang akan dihelat pada 18-20 Maret 2022. Ketika keluar dari bandara, jalanan pun telah dipadati oleh kendaraan yang lalu-lalang mengangkut para pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Meskipun padat, lalu lintas kendaraan masih terbilang ramai lancar. Di sepanjang perjalanan menuju tempat penginapan, Republika melihat banyak bangunan-bangunan yang baru didirikan, bahkan ada beberapa yang belum rampung. Ini membuktikan bahwa gelaran MotoGP dapat menggerakkan roda ekonomi daerah. Menurut I Nyoman Budha, sopir yang mengantar kami dari bandara ke Telescope Villa di Central Lombok Regency, sebelum ada gelaran di Sirkuit Mandalika, tidak ada yang berminat membeli tanah di wilayah sekitar Mandalika. "Tanah di sini tadinya gersang, sepi, dan kurang ...