Langsung ke konten utama

Sengketa Lahan Sirkuit Mandalika, Gubernur Ntb: Masih Ada Perdebatan

Permasalahan pembebasan lahan kawasan wisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat masih belum berhenti. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Menurutnya, perdebatan memang masih terjadi, meski begitu pihaknya akan berupaya mengikuti pesan Presiden Joko Widodo agar pembebasan lahan ini tidak menimbulkan kegaduhan.

"Kalau lahan memang ya, kalau kita bicara lamentably hukum kan masih ada perdebatan. Tapi tentu saja kalau kita dapat pesan pak Presiden, ini jangan sampai menimbulkan kegaduhan," kata Zulkieflimansyah, Minggu (17/1/2021).

"Oleh karena itu diupayakan segenap cara supaya ada persuasi, conversation dan lain sebagainya. Tapi sejauh ini bagus," lanjutnya.

Dia juga mengatakan dirinya dan pihak terkait sudah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan di Mandalika.

"Kalaupun masih ada pihak-pihak yang belum puas kita masih ada mekanisme untuk menyelesaikan itu. Tapi dari tim khusus yang bertugas semuanya on the tune sesuai jadwal yang telah kita tentukan tidak ada masalah," ujar Zulkieflimansyah.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengaku mendapatkan laporan soal pembebasan lahan proyek kawasan wisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat berjalan dengan baik.

Sandiaga mengaku mendapatkan informasi itu dari pihak Polda Nusa Tenggara Barat dan Dirut ITDC Abdulbar Mansoer.

"Saya dapat laporan soal lahan dari pak Kapolda pertama, juga dari dirut ITDC progresnya baik," kata Sandiaga.

Sebelumnya, warga sekitar Mandalika sejak akhir tahun lalu melakukan gelombang penolakan untuk penggusuran paksa di region lahan yang akan dibangun sirkuit MotoGP. Mereka menagih ganti rugi atas tanah yang akan dipakai untuk KEK Mandalika.

Beberapa aksi unjuk rasa terjadi di bulan September 2020, di sisi lain personel dari Polda NTB mendorong warga untuk menempuh jalur hukum, yakni mengajukan gugatan perdata terhadap ITDC selaku pengelola KEK Mandalika Resort ke pengadilan.

Demo penolakan sebelumnya juga pernah terjadi pada akhir Agustus lalu. Warga menolak mengosongkan lahan yang akan dijadikan sirkuit MotoGP karena belum dibayar.

"Tanah kami belum dibayar, sampai kapan pun kami tetap menolak untuk mengosongkan lahan tersebut," ujar Arifin Tomy selaku perwakilan warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, saat menolak rencana pengosongan lahan oleh PT ITDC, Senin (24/eight), seperti dilansir Antara.

Warga setempat mengaku lahannya telah digusur dan meminta ITDC membayar uang ganti rugi sesuai dengan kesepakatan dan keputusan pengadilan.

"Kita ndak ikhlas kalau belum dibayar tanahnya," kata Amaq Adi, suami salah seorang pemilik tanah, Suhartini, saat dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Adi mengatakan tanah miliknya seluas 33 are (3.300 meter persegi) kini telah digusur oleh ITDC. Dia mengaku tanahnya yang akan dipakai termasuk untuk pembangunan sirkuit MotoGP belum dibayar sama sekali.

Simak Video "Terus Dikebut, Ini Perkembangan Pembangunan Sirkuit Mandalika"

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)

Postingan populer dari blog ini

Cross Mandalika – Media Informasi Pariwisata Mandalika & Lombok Tengah

Lombok Tengah adalah tempat yang tidak pernah habis untuk dijelajahi keindahannya. Kini, Lombok tengah siap menyambut Anda kembali, untuk hadir menikmati suguhan keindahan alam yang mengagumkan, keunikan budaya yang penuh filosofi makna kehidupan, serta keunikan ragam sajian kuliner yang siap memanjakan selera Anda. Go Mandalika hadir sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk kembali bangkitkan pariwisata di Lombok Tengah, dan menggairahkan kembali sinergi kita semua agar segala potensi yang kita miliki bisa bermanfaat kembali untuk seluruh lapisan masyarakat. Kabupaten Lombok Tengah dengan segala keindahannya, siap menyambut wisatawan kembali. H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip. & H. M. Nursiah, S.Sos. M.Si. Bupati & Wakil Bupati Lombok Tengah Inilah sejumlah destinasi wisata yang menjadi highlight bulan ini. Destinasi wisata yang lengkap, mulai dari pantai-pantainya yang indah, bukit-bukitnya yang dialiri air-air jernih dan air terjun, terus hingga ke desa-desa wisatan...

Motogp Di Sirkuit Mandalika Dan Tuduhan Pelanggaran Ham Pbb - Bbc News Indonesia

Valdya Baraputri Wartawan BBC News Indonesia 20 Mei 2021 Sumber gambar, BBC IndonesiaKeterangan gambar, Perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika di bulan April Puluhan keluarga beserta sejumlah ternak peliharaan mereka masih bertahan di Desa Kuta, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara, alat-alat besar pembangunan sirkuit Mandalika tampak dari desa mereka dari sela-sela pohon kelapa. Mandalika International Street Circuit adalah bagian dari kawasan pariwisata yang dijuluki 'Bali baru.' World Superbike akan digelar di sirkuit ini pada tanggal 12 sampai 14 November mendatang, dan MotoGP pada bulan Maret 2022. Salah seorang warga Desa Kuta yang masih bertahan, mengaku belum pindah karena belum menjual tanahnya kepada pemerintah. Namun warga lain di lahan yang sama mendapat informasi bahwa tanah mereka sudah menjadi milik negara, meski mereka tak pernah merasa menjualnya. Sementara, pihak pengembang yakin mereka telah bertindak adil dengan memberikan kompensasi la...

Republika Identity

LOMBOK -- Suasana di Bandara Internasional Lombok, Zainuddin Abdul Madjid, pada Kamis (17/3) tampak padat oleh lautan pengunjung yang ingin menyaksikan MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang akan dihelat pada 18-20 Maret 2022. Ketika keluar dari bandara, jalanan pun telah dipadati oleh kendaraan yang lalu-lalang mengangkut para pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Meskipun padat, lalu lintas kendaraan masih terbilang ramai lancar. Di sepanjang perjalanan menuju tempat penginapan, Republika melihat banyak bangunan-bangunan yang baru didirikan, bahkan ada beberapa yang belum rampung. Ini membuktikan bahwa gelaran MotoGP dapat menggerakkan roda ekonomi daerah. Menurut I Nyoman Budha, sopir yang mengantar kami dari bandara ke Telescope Villa di Central Lombok Regency, sebelum ada gelaran di Sirkuit Mandalika, tidak ada yang berminat membeli tanah di wilayah sekitar Mandalika. "Tanah di sini tadinya gersang, sepi, dan kurang ...