Pada Maret 2022, Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah balap motor kasta tertinggi, MotoGP. Gelaran perdana balap dunia di sirkuit ini pada 19-21 November 2021 pun sudah langsung mencetak juara baru bagi ajang World Superbike (WSBK), menggeser juara enam musim.℘
SIRKUIT Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (21/11/2021), mencatatkan sejarah. Laga perdana di lintasan balap ini langsung melahirkan juara dunia baru balap notable motorcycle.
Sirkuit Mandalika bersiap pula menjadi tuan rumah bagi ajang yang lebih membahana, yaitu MotoGP 22. Jadwal sudah dipastikan. Persiapan dan kesiapan lebih baik jadi tantangan. Ini kisah perjalanan dan catatan dari Sirkuit Mandalika hingga akhir seri Indonesia di WSBK 2021.℘
Kisah Sirkuit Mandalika memutar balik waktu 3,five tahun ke belakang. Itu pun tidak seketika dimulai dari Mandalika.
Pada 6 Maret 2018, Presiden Joko Widodo mengunjungi Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Kunjungan orang nomor satu Indonesia ke trek balap sepanjang four,12 kilometer itu bukan tanpa sebab. Ia ingin melihat kesiapan Sentul untuk menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021.
Sirkuit Sentul bisa dibilang sudah menjadi rumah bagi olahraga motorsport Indonesia. Berbagai event balap dan aneka kegiatan otomotif lain sudah rutin dihelat setiap tahun di sirkuit yang pernah jadi tuan rumah MotoGP pada 1996 dan 1997 itu.
Pada awal 2019, Indonesia akhirnya terpilih menjadi tuan rumah MotoGP mulai tahun 2021. Kejutannya, bukan Sentul yang bakal jadi lokasi balapan. Nama Mandalika yang mengemuka.
M E N U :
- Berawal dari "Bali Baru"
- Terpilih Jadi Tuan Rumah MotoGP Sebelum Sirkuit Ada
- Dikebut 14 bulan
- Tantangan sirkuit
- Menuju MotoGP 2022
- Kata mereka
- Balapan Perdana di Mandalika Cetak Juara
DARI "BALI BARU"
Pantai Seger di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
MANDALIKA boleh dibilang bukan nama lokasi yang semula akrab di telinga warga dunia bahkan orang Indonesia, boro-boro pecinta motosport.
Masuk wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mandalika awalnya belum punya pamor semencorong Senggigi, Gili Trawangan, dan sejumlah lokasi dengan awalan Gili di provinsi ini.
Namun, semua berubah ketika pada 2016 pemerintah mencanangkan 10 destinasi prioritas baru untuk mendampingi Bali yang sudah mendunia. Istilah yang dipakai pun adalah Bali Baru.
Baca juga: Arti PPKM Level three Bali bagi Ekonomi Bali dan Indonesia
Kesepuluh destinasi wisata prioritas itu adalah Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, kawasan Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Mandalika di NTB, Wakatobi di Sulawesi Utara, Morotai di Maluku Utara, dan Tanjung Lesung di Banten.
Pencanangan software tersebut dilatarbelakangi keinginan pemerintah menggenjot jumlah wisatawan mancanegara di luar Bali yang selama ini jadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia.
Upaya mengenalkan Mandalika dimulai pada 2017, tepatnya ketika kawasan ini ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rencana menghadirkan sirkuit di sini pun mencuat. Baca juga: Menyingkap Pesona Mandalika, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok
Sekretaris Dewan KEK Mandalika saat itu, Enoh Suharto Pranoto, menjelaskan bahwa KEK Mandalika akan dibangun dengan konsep mereplikasi kawasan Nusa Dua di Bali. Keberadaan sirkuit saja yang akan menjadi pembeda.
"Konsepnya mereplikasi Nusa Dua tapi ini akan lebih dikembangkan lagi. Misalnya ada sirkuit MotoGP di dalam kawasan," ujar Enoh pada saat itu.
Dalam perjalanannya, muncul konsep baru untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Pemerintah menggaungkan istilah baru pada 2019, yaitu Destinasi Super Prioritas.
Pantai Kuta Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dalam konsep baru ini, jumlah destinasi yang tercakup di dalamnya pun susut dan berubah, menjadi lima destinasi. Kelima Destinasi Super Prioritas yang akan mendampingi eksotisme Bali itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo di NTT, dan Likupang di Sulawesi Utara. Baca juga: Jelajahi 6 Surga Indonesia, Bali Salah Satunya
Head of Operations–Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, mengatakan, Mandalika terpilih dari destinasi incredible-prioritas sebagai lokasi sirkuit dengan sejumlah pertimbangan.
“Mandalika dirasa paling cocok untuk membangun sirkuit. Labuan Bajo enggak ada tanahnya, Likupang benar-benar pantai, Danau Toba dengan kulturnya. Banyak pertimbangannya,” ucap Dyan di Mandalika belum lama ini.
Pembangunan Sirkuit Mandalika diharapkan turut pula meningkatkan perekonomian setempat, terlebih setelah MotoGP benar-benar digelar di sini.
"Ini juga diharapkan menjadi lokomotif perekonomian. Wisatawan datang karena ada MotoGP. Ada pantai yang bagus, itu bonus,” ujar Dyan.
Baca juga: Alasan Sirkuit Mandalika Dibangun di Mandalika
Meski demikian, kepastian hadirnya sirkuit di Mandalika datang pada 2019. Itu pun, pembangunannya baru dimulai pada 2020.
Kembali ke awal artikel TERPILIH JADI
TUAN RUMAH MOTOGP
SEBELUM SIRKUIT ADA
Foto udara dari Pertamina Mandalika International Street Circuit alias Sirkuit Mandalika. Gambar diambil pada 17 November 2021. Tampak dalam gambar, areal permukiman yang masih ada di tengah sirkuit.
MANDALIKA diumumkan menjadi tuan rumah MotoGP pada awal 2019 Padahal, sirkuitnya belum ada di sana.
Promotor MotoGP, Dorna, disebut memilih Mandalika karena ada jaminan dari Pemerintah Indonesia. Jaminan ini tak bisa diberikan pemerintah untuk sirkuit Sentul. Sebabnya, Sirkuit Sentul bukan milik negara melainkan perseorangan.
Sebelumnya, Dorna juga telah menyatakan minat menggelar balapan motor kasta tertinggi di Indonesia. Alasannya, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna sepeda motor terbesar di dunia dan karenanya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga balap motor juga tinggi.
Minat Dorna ini juga yang membuat Indonesia bisa langsung mendapatkan kontrak lima musim, meski Sirkuit Mandalika baru terpilih untuk kali pertama. Sebagai pembanding, Sirkuit Buriram di Thailand hanya mendapat kontrak tiga musim, yang dimulai pada musim 2018.
Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero (ITDC) Abdulbar M Mansyur menyebut, lagi-lagi, faktor negara menjadi pertimbangan Dorna. Tak seperti Mandalika yang digarap dan dikelola BUMN, Sirkuit Buriram dikelola swasta.
"(Pertimbangan Dorna) karena mereka melihat kita BUMN, kedua kita pasar yang sangat seksi jadi mereka semakin lama semakin mau di sini, dan ketiga kita kan pengembang pariwisata," kata Abdulbar di Kantor Kemenpora pada 25 Februari 2019.
Baca juga: Sri Mulyani Berharap Sirkuit Mandalika Dapat Mendongkrak Pariwisata Lombok
Kepastian Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP untuk musim 2022 diumumkan pada Oktober 2021. Laga balap motor kelas tertinggi ini dijadwalkan berlangsung pada 18-20 Maret 2022.
Sirkuitnya? Baru banget jadi. Dikebut 14 bulan
Pembangunan fisik Sirkuit Mandalika praktis baru efektif pada 2020. Meskipun, proses pembebasan dan persiapan lahan sudah berjalan lebih awal.
Pada 23 November 2019, pre-launch Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pun digelar, dengan menghadirkan antara lain Michael Doohan, pebalap kawakan pada masanya. Desain penampakan akhir Sirkuit Mandalika pun muncul di acara itu.
Adapun tahap awal sebelum pembangunan sirkuit dapat dilihat dalam video berikut ini:
Sirkuit Mandalika menggunakan trek yang memakai lapisan aspal jenis stone mastic. Aspal ini diklaim merupakan aspal dengan teknologi terbaru.
Meski ada embel-embel "road circuit", Sirkuit Mandalika bukanlah sirkuit jalan raya yang sesungguhnya seperti di Monako, Singapura, atau Isle of Man di Irlandia.
Trek balap yang dipakai adalah lintasan yang sepenuhnya dibangun baru dan tidak terkoneksi sama sekali ke jalan raya eksisting.
Menurut pengelola, istilah "avenue circuit" dipakai mengacu ke diperbolehkannya masyarakat umum menggunakan fasilitas outer ring avenue sirkuit saat sedang tak ada balapan.
Ingat, hanya outer ring avenue-nya saja yang bisa diakses publik. Adapun lintasan utama balap tetap tertutup untuk umum.Tantangan sirkuit
Trek balap di Sirkuit Mandalika telah rampung. Namun, tidak demikian dengan fasilitas pendukung.
Masih banyak location-region yang belum diaspal, disemen, atau dilapisi rumput. Salah satunya, location komersial sirkuit.